Pengolahan Data GPR dengan Reflexw
Bingung kabina-bina urang…..
Beberapa minggu lalu (16 dan 17 Maret 2009) saya diminta dosen saya untuk membantu kerja bakti mendeteksi ruang bawah tanah Gedung Merdeka dengan GPR. Alat yang kami punya buatan Mala Geoscience dan pengolahan datanya menggunakan Reflex2dquick dan Reflexw dari Sandmeier. Pengambilan data dilakukan seharian di dalam gedung Merdeka dan pengukuran di trotoar Asia Afrika pada keesokan harinya. Pengambilan data yang pertama adalah untuk membuktikan keberadaan ruang bawah tanah di bawah podium yang sudah diurug dan ruang bawah tanah yang masih bisa diakses hingga saat ini. Pengambilan kedua adalah untuk membuktikan rumor bahwa terdapat terowongan bawah tanah yang menghubungkan gedung merdeka dengan toko deFritz seberang gedung dan gedung yang sekarang menjadi markas FBB (Front Bela Bangsa) kalao tidak salah.
Sebagaimana prosedur standar pengukuran GPR, kami menandai posisi-posisi yang akan berguna dalam pengolahan dan interpretasi data GPR. Penandaan pun kami lakukan sesuai dengan tempat dan meterannya. Saat pengolahan data, dengan otomatis comment marker itu pun muncul dengan tanda bujursangkar berwarna putih di tepi top axis (bisa dilihat di blog dosen saya ini).
Padahal, sebelumnya comment marker ini tidak saya temui pada data-data GPR yang telah kami ambil sebelumnya di tempat lain, bahkan ketika kami mencobanya lagi mengukur GPR pada jembatan yang terdapat di samping gedung kantor kami di Kotabaru Parahyangan.
Padahal saat pengambilan data dengan Ground Vision, marker tersebut dapat muncul otomatis, ketika menekan tombol 1 - 9. Hal ini dilakukan pada saat pengambilan data di Gedung Merdeka (16 dan 17 Maret 2009) dan juga saat mengukur jembatan. Tak habis rasa penasaran kami, tadi siang kami mencoba mengukur di lapangan depan kantor kami. Lagi-lagi tidak dapat muncul….. Bahkan hingga saat ini, kami masih mencobanya di dalam kantor untuk mencoba lagi mengambil data (dengan posisi antena diam), dengan parameter yang sama persis dengan saat pengambilan data di Gedung Merdeka. Tetep weeehh teu muncul….
Kunaon nya???? Ma ‘enya cuma data gedung Merdeka doang yang bisa??? Mistis sekaliii????? hahhahhaha……
Tadi sore saya coba email ke orang yang bikin softwarenya, mudah-mudahan ada penjelasan masuk akal dari dia ya…..

DATA awal pengukuran yang diperoleh tim eksplorasi dari Terralog dan Geofisika Terapan ITB pimpinan Dr. Hendra Grandis, membuat "PR", pegawai Museum Konperensi Asia Afrika (KAA), dan Bandung Heritage, dikejar rasa penasaran. Salah satunya, data awal yang memperlihatkan image kasar adanya "ruang kosong" di bawah ruang VIP I dan II yang sebelumnya tidak pernah terungkap. Yang lainnya, ialah data yang mengindikasikan adanya "ruang kosong" di trotoar depan Gedung Merdeka, dan trotoar depan bangunan tua di seberang Gedung Merdeka.
TIGA tulisan sebelumnya mengupas keberadaan terowongan di Gedung Merdeka, de Vries (Toko Padang), dan Toko Lido. Misi selanjutnya ialah mencari kebenaran tentang lorong-lorong bawah tanah yang kabarnya menghubungkan ketiga gedung tadi. 
