Untuk kedua kalinya saya mendengar keluhan sopir yang bertajuk sama. Sopir-sopir itu mengeluhkan penurunan jumlah penumpang akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan oleh semakin mudahnya orang mendapatkan motor (kebanyakan dengan cara kredit). Dengan begitu, orang-orang yang dulunya menggunakan jasa angkot, kini mengendarai sepeda motornya sendiri. Terlebih lagi, SIM juga dapat dengan mudah diperolen (dengan jasa ‘nembak’).
Menurut saya pribadi, masalah ini mengerucut pada semakin susahnya keadaan ekonomi. Jika mengambil sudut pandang pengendara motor yang dulunya menggunakan angkot, berpikir bahwa menggunakan motor dapat lebih hemat dan memiliki waktu yang efektif. Tak jarang, angkot-angkot sering mengetem untuk mengejar setoran. Setoran ini dikejar-kejar karena memang harga-harga semakin naik (BBM,onderdil,dsb.), sehingga para pemilik angkot pun menaikkan setorannya.
Saya pribadi masih setia menggunakan jasa angkot dan berharap pada pemerintahan berikutnya, keadaan ekonomi bangsa ini bisa pulih. Aammiiinn…


Ya, harusnya sih si supir angkot itu dikasih gajih yg jelas jadi gak usah pake ngetem atau ngebut2 segala. Terus dikasih halte, supaya kita bs lebih teratur..
oooh kapankah..
hidup Monorail! hahaha
Comment by agn — May 2, 2009 @ 9:55 am
iyah nih gun….
urang jadi pengen mengendarai kendaraan pribadi
maksudna bukan anggun pribadi hahhahhah
Comment by frah — May 3, 2009 @ 12:03 am
iya beli motor donk biar asik jalan-jalan nya…
Comment by tita — May 14, 2009 @ 8:29 pm