fraHart

arroundsJanuary 15, 2009 3:22 pm

Rabu, 14 Januari 2009 | 08:26 WIB

LONDON, SELASA — Kejadian ini menggegerkan dunia kedokteran. Seorang ibu yang dipastikan tak mungkin bertahan hidup ternyata masih bisa melahirkan bayi mungil dengan sempurna. Berita ini menjadi bahan perbincangan di dunia medis.

Mahmoud Soliman (29) tak pernah membayangkan bisa menghadapi kesedihan dan kebahagiaan menjadi satu. Istri yang dicintainya, Jayne Soliman (41), pergi untuk selama-lamanya. Dan sebagai gantinya, ia mendapatkan seorang bayi perempuan cantik yang dilahirkan dari rahim istrinya.

Yang mengharukan, Aya Jayne, demikian nama bayi tersebut, dilahirkan dua hari setelah Jayne dinyatakan tak bisa bertahan hidup akibat otaknya tidak bisa berfungsi lagi. Berkat bantuan medis Aya bisa dilahirkan dengan selamat.

Sebenarnya kehamilan Jayne tidak bermasalah. Namun, pada usia kehamilannya yang mencapai 25 minggu, tiba-tiba ia pingsan setelah mengeluh sakit kepala. Segera saja Mahmoud melarikannya ke Rumah Sakit John Radcliffe Hospital di Oxford. Namun, beberapa jam kemudian tim dokter menyatakan otak mantan atlet ski es nasional Inggris ini sudah mati.

Tim dokter mencoba membantu jantung Jayne agar tetap berdenyut dengan beragam peralatan. Upaya ini dilakukan agar bayi yang berada di perut Jayne bisa tertolong. Jayne diberi dua dosis besar steroid sehingga jantung bayinya bisa berkembang. Dan akhirnya, Aya Jayne pun bisa lahir dengan selamat melalui operasi cesar.

Usai diangkat dari rahim Jayne, Aya sempat diletakkan di pundak ibunya untuk memberi sedikit waktu bagi keduanya bertemu. Setelah itu Aya langsung dilarikan ke unit perawatan intensif, sedangkan Mahmoud diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat jalan kepada istrinya, sebelum akhirnya dokter mematikan peralatan penunjang hidupnya.

“Dokter mengatakan, tak ada yang bisa mereka lakukan untuk Jayne. Namun, mereka membutuhkannya untuk tetap kuat bagi anak kami yang belum dilahirkan,” kenang Mahmoud.

“Dia sangat mungil, ia pejuang kecil seperti ibunya,” tutur Mahmoud yang tak henti-hentinya menitikkan air mata saat menggendong putrinya.

Kata Aya berasal dari bahasa Arab yang berarti keajaiban. Itu merupakan nama yang dipilih Jayne saat masih hidup.

“Saat Aya dewasa, akan saya katakan betapa ibunya mencintainya. Akan saya ceritakan semuanya. Ini merupakan keinginan Jayne untuk memiliki bayi dan menjadi ibu yang baik,” ujar Mahmoud.

Jayne merupakan juara ski es Inggris tahun 1989 dan menduduki peringkat ketujuh di dunia.

Ia pernah mengikuti beragam kompetisi internasional sebelum akhirnya menjadi atlet ski profesional. Beberapa tahun terakhir ia menjadi pelatih tamu di Dubai dan di sinilah ia bertemu dengan Mahmoud yang bekerja sebagai IT.

Dua tahun silam ia kembali ke Inggris dengan kehidupan barunya dan menempati rumah di Bracknell, Berks. Jayne yang memiliki nama asli Jayne Campbell ini kemudian bekerja di Bracknell Ice Skating Club. sun/mail/tis

www.kompas.com

__________________________________________________________________________
arroundsJanuary 14, 2009 8:23 am

Setelah akhirnya daftar juga di facebook pada Jan 13, 9:21pm eehh taunya pas ngecek imel ada tulisan di milis tentang FACEBOOK membiayai perang di GAZA , yang pada intinya bisa dicari sendiri dah, coz banyak banget yang meforward tulisan ini ke blog-blog…

yang mereferensikan :
- http://www.wikipedi a.org
- http://www.infopale stina.com
- http://www.aljazeer a.net/english
- http://amirkovic. wordpress. com

sumber : http://www.kamusmal esbanget. com/foru. ..perang- di-Gaza

dari semua blog yang kulihat, si sumber asalnya di kamusmalesbanget itu yaaa begitu itu tulisannya, broken gitu, jadi gakbisa ditelusuri benar sumber pertama tulisan itu dimuat. Kalo mau ngomong-ngomong ini situs dibuat Yahudi, en jujur aja hampir semua teknologi yang kita pakai di dunia ini teknologinya mereka. Jadi kalau memang ma boikot tanpa ada usaha untuk menggantikan atau minimal menciptakan teknologi yang bisa bersaing dengan mereka.. ya percuma aja kan. Kita boikot produk mereka, tapi kita gak bisa bikin produk yang bisa menggantikannya, sementara puluhan tahun kita sudah hidup dengan produk mereka dan sulit untuk melepasnya… mau balik ke jaman dulu ???

__________________________________________________________________________
arroundsJanuary 9, 2009 8:06 pm

Tadi subuh aku dibangunkan ibuku.., biasanya kalo aku dibangunkan subuh-subuh begitu kadang masih bermalas-malasan dan tertidur lagi sehingga bablas weh subuhna. Tapi tadi subuh itu lain, bagaimana tidak.. Seingatku Ibu dan Bapakku pergi ke Cirebon pagi sebelumnya, dan berniat pulang pada siang hari ini (Bapakku ingin jumatan di mesjid dekat rumah). Kontan aku langsung keluar kamar dan ibuku tiba-tiba langsung memelukku dan bilang "hampura" (minta maaf: sunda, pen.), serta berurai ari mata. Aku semakin kaget lagi, ada apa ini ? ‘Mana bapakku? kataku dalam hati’. Kemudian ternyata bapakku nongol dari arah garasi. ‘Alhamduliah, tidak terjadi apa-apa pada mereka berdua, kataku dalam hati’.

"Ada apa mah?" (’Siapa yang pergi?’ kataku dalam hati)

"Motor hilang…"

"Hah? hilang? Kapan? Kemarin? Gimana?"

"Iyaah.., pas magrib. Motor ditaro di depan warung rumah adiknya dari kakak iparku. Sebelum ke masjid, bapak menggemboknya dan men-doublestandard-kannya. Pulang-pulang, itu motor sudah tidak ada termasuk helm dan sarung tangan yang ada di motor itu. Trus langsung weh lapor pulisi"

"Hmmm bukan milik lagi bearrti, yang penting mah mamah dan papah selamat.., itu bikin lega banget, itu yang penting. Motor tu cuma barang bisa didapatkan lagi kapanpun. Tapi kalo mamah dan papah tak tergantikan."

Siangnya mencoba datang ke pihak debitor motornya karena itu motor hasil nyicil dan dilihat dari perjanjiannya ada tentang asuransi kehilangan atau rusak. Tapi ternyata, orang bagian asuransinya tidak ada di tempat…

__________________________________________________________________________
arroundsJanuary 7, 2009 1:22 pm

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir,
Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi 
dukungan terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika 
Palestina diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?

Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang 
susah, dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak
berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia
malah berhutang dukungan untuk Palestina.

>>>continue…

__________________________________________________________________________
geophysicsJanuary 6, 2009 7:05 am

Tah, ieu geuningan bisa kaluar oge klu-na ngawindow file xyz dina geosop
persi hideung… alias opat…
cikan cubaan heula geura ah.. kieu tah saya kepturnya… mangga…
saya mau nyobian deui epplai kana datana…
percios atawa henteu.. ageng file saya ageung pisan… file xyz na teh 176MB!!!! eta jumlah barisna aya 5jutaan..
mun dibuka ku excell mah teu tiasa kabuka sadaya, sangkilang excell2007. maksimal excell 2007 mah ngan ukur 1jutaan….

 

__________________________________________________________________________