Berita Umum[970] 15 Januari 2009 Ber-HP
![]()
KOMENTAR
Pengemis juga manusia …..
:.
(12515) 15-1-2009 13:16 Muharmansyah AN/dino:
wew…
kalo gitu parameter fakir & miskin itu sudah turun kali ya ?
:.
(12516) 15-1-2009 13:18 Yuda Nugrahadi/nugrah:
mirip dengan kategori fakir benwit, kalau dulu fakir benwit itu dial-up sekarang fakir benwit minimal gprs :p
:.
(12517) 15-1-2009 13:20 M. Syaifudin Effendi/efendi:
ada juga pengemis yg kalau berangkat pakai motor
:.
(12518) 15-1-2009 13:25 Mandahadi Kusuma/mandah:
mungkin cuma anomali ato itu bisa jadi ditunjuk jadi koordinator, mau gak mau, suka gak suka harus ber HaPe.
:.
(12519) 15-1-2009 13:31 Muharmansyah AN/dino:
bisa saja itu mereka anggota sindikat pengemis.hapenya dari juragannya.
:.
(12520) 15-1-2009 13:39 Endro Cahyono/endroo:
Pengemis itu sekarang sudah jadi profesi,..jadi butuh HP untuk bisa saling kontak, entah dengan clientnya atau dengan bos-nya
:.
(12521) 15-1-2009 13:49 Yuda Nugrahadi/nugrah:
atau bisa jadi dia itu intel ??
he.. he.. he..
:.
(12523) 15-1-2009 15:7 Gilik Hadisutirto/gilikh:
semua bisa mungkin. kapan2 kita ngemis naik pesawat ngemise ning malaysie.
:.
(12526) 15-1-2009 15:15 Tujono/tujono:
kapan semua berakhir ya…
:.
(12527) 15-1-2009 15:17 Dendy Bagus Sulistyo/dendyb:
jgn jgn dia sedang melakukan BCA SMS Banking
:.
(12529) 15-1-2009 15:41 Khoirudin Akhmad/khoiru:
untung aja gak pake kaos slemania
:.
(12530) 15-1-2009 15:53 M. Syaifudin Effendi/efendi:
wah kaos biru berarti chelsea din, untung lagi ngak kaos merah PERSIBA
:.
(12531) 15-1-2009 15:57 Mandahadi Kusuma/mandah:
tertulis AREMANIA
:.
(12532) 15-1-2009 15:57 Faizal Makhrus/faizal:
wah kwi anak buahku koq yo teledor men nganti kephoto…
:.
(12533) 15-1-2009 23:16 Ferry Teguh Setiawan/ferryt:
@12519 bisa jadi mas, ada yg bilang "ngemis /ngamen di daerah tertentu sudah ada penguasanya" jadi spt lahan parkiran motor, trus….pakai hp, biar mereka siap kalau ada "garukan" satpol pp……. ana-ana wae
:.
(12534) 16-1-2009 7:52 Amru Rosyada/amru:
khusnudon ajah…
:.
(12535) 16-1-2009 8:18 Kiswanto/kiswan:
beberapa saat yang lalu (dimuat di jawa pos), malah ada pengemis di foto dengan CRV barunya … cuma wajahnya ditutupi caping. Katanya penghasilan mereka 1 hari sekitar 100 ribu.
:.
(12536) 16-1-2009 8:47 Agung Ariansyah/bidjar:
wah ternyata butuh mobilitas tinggi juga ya. Kalau di film-film kungfu malah ada partai pengemis. Tahun 2009 sudah ada partai pengusaha dan pekerja yang akan ikut pemilu. Akankah pemilu berikutnya muncul partai ini ? hehehe
:.
(12537) 16-1-2009 8:50 Bambang N. Prastowo/kepala:
Wah… kalau menurut Kho Ping Ho, Kay Pang jelas sangat berpengaruh di dunia persilatan. Mari kita amati bagaimana pelaksanaan kerjasama antara Kay Pang Kaki Lima dengan kaum Bun (sekolahan) UGM.
:.
(12538) 16-1-2009 9:30 Faizal Makhrus/faizal:
@12537 : sepertinya para anggota Kay Pang harus diberitahu tentang keuntungan yang mereka raih jika menempati area yang dipersiapkan Kaum Bun. Barangkali keuntungannya seperti Kansas…
:.
(12539) 16-1-2009 9:39 Muhammad Rifqi/rifqie:
mungkin mereka termasuk korban "reg spasi ramal" kata sms-nya dia cocoknya jadi pengemis
:.
(12540) 16-1-2009 9:59 Faizal Makhrus/faizal:
@12539 : wkwkwkwkwkwk iso2 ae
:.
(12573) 16-1-2009 14:47 Andrian Dion Priadi/dionou:
mungkin sedang mengabari keluarga di rumah…
:.
(12577) 16-1-2009 15:29 Tego Suyatno/tegosy:
Mereka ini lg nge sms temen2 nya karena sore ini spss sleman main, perhatikan foto diatas
:.
(12582) 16-1-2009 21:52 Muhammad Rifqi/rifqie:
jadi inget, waktu itu pas mau berangkat ke kantor (sekitar jam 7.30) di perempatan sagan liat sesuatu yang aneh, ada ibu2 boncengin anak kecil pake motor **yamaha model baru** (ga boleh sebut merek) , persis di depan motorku, pas di perempatan sagan pas juga lampu merah, pas berenti di lampu merah juga si anak yang diboncengin si ibu itu turun dan seketika ambil posisi *ngemis* dan si ibu lanjut pake motor, ntah di anter atau gimana ceritanya yang jelas kok kayaknya rada *wagu*
:.
(12629) 19-1-2009 17:12 Muharmansyah AN/dino:
saya juga pernah pagi-pagi merkogin satu grup pengemis (sebanyak 5 atau 6 orang) didrop dari mobil pickup di per4an gejayan - ringroad utara. sejak saat itu saya nggak pernah ngasi duit pengemis anak jalanan .
:.
(12652) 21-1-2009 11:8 Kiswanto/kiswan:
kalau itu sih, aku sudah tau dari dulu… waktu aku masih di Jakarta aku pernah menyaksikan sendiri pengemis itu makannya nasi padang dan minumnya … he he … apapun makanannya minumnya teh botol sosro … kejadian itu aku saksikan di sebelah metropolitan mall bekasi …
:.
(12654) 21-1-2009 12:54 Muhartini/muhart:
pengemis …. juga …. manusia ….
:.
(12655) 21-1-2009 13:47 Muharmansyah AN/dino:
apa fenomena ini menujukkan kalo standar/definisi fakir-miskin itu sudah turun ya ?
mantabs gan.. nice tret..
:.
(12660) 21-1-2009 14:49 Hanan Febriansyah/hananf:
kata temen temen ku yang ku forward
ya ampun, masih kurang kah pendapatan mu?
masak sama pengemis yang punya hp aja ngiri
pengemis juga manusia
hahahahah
:.
(12671) 21-1-2009 15:59 Warsiti/warsit:
yah jelaslah mas teman-teman chevron ga mungkin ngiri…….. emang masih kurangkah pendapatan mu?
disini nih……..
harusnya kita bersyukur ga jadi pengemis
:.
(12672) 21-1-2009 16:1 Dendy Bagus Sulistyo/dendyb:
memangnya hanan ngiri po ? kan endak to ?
foto ini hanya tangkapan kamera saja.. bagaimana kita mengartikan itu… terserah saja.
pengemis juga manusia..
hp juga buatan manusia..
pulsa juga kebutuhan manusia..
:.
(12684) 22-1-2009 9:7 Hanan Febriansyah/hananf:
lha saya ngak ngiri pak bu,
saya saja kurang setuju dengan pengemis sebagai profesi,
mereka juga cuma bercanda kok itu bu warsiti, bukan ada maksud apa apa
maksud mereka itu, kita harus bersyukur kita lebih baik dari mereka.
Maaf kalau kurang berkenan
:.
(12689) 22-1-2009 10:3 Nova Rusydi Setyawan/novaru:
@12684
mm.. kira-kira kita lebih baik dari sisi apa saja ya mas?..
:.
(12694) 22-1-2009 10:51 Raden Nurwigunadi/gunadi:
?????
:.
(12695) 22-1-2009 11:0 Bambang N. Prastowo/kepala:
Pak Nova itu kan berfilosofi. Yang membedakan kita di hadapan Allah hanyalah ketaqwaan. Namun ada juga hadith (sahih nggak?) yang sering dikutip: "tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah."
:.
(12697) 22-1-2009 11:7 Hanan Febriansyah/hananf:
@12695 betul
itu salah satunya, setidaknya kita tidak secara langsung bergantung pada harta orang lain untuk kehidupan kita, ataupun kalau kita tergantung, tidak sepenuhnya.(saya juga anak seorang PNS yang mengalami masa gali lubang tutup lubang)
@12689
kalau saya tanya balik, dari sisi mana mas nova merasa tidak lebih baik dari mereka?
regards,
Hanan
:.
(12705) 22-1-2009 15:19 Raden Nurwigunadi/gunadi:
????? lagi
:.
(12725) 23-1-2009 7:25 Hanan Febriansyah/hananf:
@12705
nggak lagi lagi pak,
saya sudah stop kok
:.
(12729) 23-1-2009 8:33 Nova Rusydi Setyawan/novaru:
@ 12697
Justru dengan merasa lebih baik itu kita jadi sangat-sangat dekat dengan kesombongan..
:.
(12730) 23-1-2009 8:45 Nova Rusydi Setyawan/novaru:
@12695
saya setuju pak. Namun ketika kita "meletakkan tangan kita diatas" kemudian kita merasa lebih baik dari orang yang "tangannya di bawah kita" maka sudah ada sedikit kesombongan yang menempel pada hati kita..
Mohon dibetulkan kalo ada pemahaman saya yang salah..
:.
(12731) 23-1-2009 8:53 Hanan Febriansyah/hananf:
@nova
beda antara sombong dan bersyukur
bersyukur kita bisa makan tanpa minta minta
bersyukur kita tidak menggantungkan kepada orang lain
bersyukur kita tidak harus panas panasan di jalan untuk mendapatkan uang
hal diatas berarti kita lebih baik dari mereka
apa dengan bersyukur karena kita di beri kelebihan itu artinya kita sombong?
tolong jangan pelintirkan kata lebih baik dengan kesombongan, tidak selalu lebih baik itu berarti sombong…
kalau begitu tidak akan ada orang yang bersedekah, karena dengan merasa lebih baik, mereka akan sombong kalau bersedekah…
:.
(12733) 23-1-2009 9:9 Nova Rusydi Setyawan/novaru:
@semua
maaf, saya tidak bermaksud memelintir kata.
:.
(12737) 23-1-2009 9:17 Fathir Hamdi/fathir:
me-repost comment-nya pak dendy..
"foto ini hanya tangkapan kamera saja.. bagaimana kita mengartikan itu… terserah saja."
:.
(12739) 23-1-2009 9:33 AL FARISI/farisi:
saya jadi ingat ceritanya Muhammad Yunus, Banker asal Bangladesh, tokoh social entrepreneurship. istilah social entrepreneurship ini mulai terkenal terutama setelah M Yunus meraih nobel perdamaian atas jasa dan usahanya selama puluhan tahun untuk mengentaskan kemiskinan di negaranya. istilah ini sepertinya kurang begitu dikenal di Indonesia. mungkin karena belum ada contoh cerita kesuksesan yang nyata.
yang dilakukan oleh Yunus, melalui Grameen Bank, adalah dengan memberikan pinjaman modal usaha bagi kaum miskin, khususnya melalui kaum ibu/wanita. syarat utamanya adalah bahwa pijaman tersebut harus kembali, tanpa jaminan, tanpa jangka waktu. berbeda sekali dengan bank konvensional pada umumnya yang mensyaratkan jaminan tertentu, yang hanya bisa dilakukan oleh masyarakat golongan menengah ke atas. Bahkan Grameen Bank juga membina dan memberikan bantuan modal usaha bagi para pengemis, dengan syarat yang sama, dan juga uang yang dikembalikan itu tidak boleh dari hasil mengemis. Nyatanya usaha tersebut berhasil, dengan tingkat pengembalian pinjaman hampir mendekati 100%. Itu artinya bahkan orang miskin, pengemis, dll sebenarnya bisa mendapatkan haknya atas kehidupan yang lebih baik, asalkan diberi kesempatan dan kepercayaan.
mungkin kita tidak harus mencontoh sama persis dengan yang dilakukan Yunus, karena memang keterbatasan kita. misalnya, kalau kita concern di bidang teknologi, (mengutip BeneTech) seharusnya ide besarnya adalah "create new technology solutions that serve humanity and empower people to improve their lives", bagaimana kita mengkombinasikan kekuatan teknologi dengan semangat untuk mengubah nilai dan tatanan sosial menuju arah yang lebih baik.
berbeda dengan entrepreneur konvensional yang menilai kesuksesan dari profit (materi) yang didapat. bagi seorang social entrepreneur, bukan hanya profit yang dijadikan ukuran, tapi lebih kepada seberapa besar usaha kita dapat mempengaruhi dan memberi manfaat bagi kehidupan orang-orang. katanya, yang disebut "entreprenuer sejati" itu kan entrepreneur yang dapat mencetak/menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru lainnya.
bagi kaum Muslim sebenarnya juga ada potensi zakat, khususnya zakat mal (harta), yang bisa dijadikan sarana untuk mewujudkan itu semua. dari data Dept. Agama, potensi zakat mal untuk tahun kemarin adalah sekitar 19,1 triliun. Tapi, dari jumlah itu yang terkmpul melalui berbagai lembaga amil hanyalah sekitar 300 milyar (sekitar 1,6% saja dari seharusnya). coba bayangkan jika semua orang mampu mau menzakatkan hartanya 2,5% saja. mungkin paradigma zakat kita juga harus diubah, bukan lagi "Sekali beri, sekali makan, langsung habis", tapi "Sekali beri UNTUK SELAMANYA". Bisa jadi disalurkan dalam bentuk bantuan modal usaha. Mencetak para wirausahawan dan orang kaya baru. Para wirausahawan/orang kaya baru ini lalu kembali menzakatkan hartanya, digunakan lagi untuk mencetak wirausahawan/orang kaya baru lainnya, begitu seterusnya.. Atau, bisa juga disalurkan dalam bentuk beasiswa sehingga nantinya muncul para intelektual muda yang akan mengharumkan nama bangsa ini. Dengan cara-cara seperti itulah, zakat akan lebih terasa manfaatnya. Saya masih berharap saatnya tiba di mana zakat dapat benar-benar memberantas kemiskinan dan kebodohan.
:.
(12748) 26-1-2009 20:16 Ahmadi/ahmadi:
itulah janji2 para caleg2 yang kampanye sejak dulu sampai sekarang yang sanggup mengentaskan kemiskinan .
aku juga HERAN
Engkau para caleg, aku mendengar engkau berkata tentang kemiskinan. aku mendengar dengan manisnya Engkau berjanji akan mengentaskan orang2 dari kemiskinan. hatiku lega, meskipun dengan kepercayaan yang belum sepenuhnya.
tetapi kalau ada seseorng yang kelaparan dan hingga larut malam tak sejumput makananpun ia tak berhasil dapatkan, kepada siapakah sebaiknya ia mengeluh ? pintu rumah siapakah yang boleh diketuk ? kantor manakah yang pernah berpikir untuk membuka diri terhadapnya ?
orang2 yang kelaparan, apakah seyogyanyadatang mengadukan keadaanya ke Dinas Sosial ? ke kantor kementrian dalam negri, atau mungkin ke Majlis Ulama ?
Orang2 yang sedih dan tidak sanggup membeli keriangan , orang 2 yang sakit dan tidak punya biaya untuk membeli kesembuhan , kemanakah harus pergi ?
:.
(12749) 26-1-2009 20:36 Ahmadi/ahmadi:
Biasanya mereka ber tamu kerumah Tuhan , tetapi Tuhan menjawab kelihan mereka " lho……. hal 2 semacam itu sudah kumandatkan kepada kholifahku untuk menanganinya , Alam anugrahKu telah Kuhamparkan secara sangat berkecukupan "
Orang2 yang lapar , sakit dan kesepian itu lantas menangis ,tetapi adakah pasal dalam buku hukum atau dalam garis2 besar haluan kebangsaan ini yang mengharuskan seseorang mendengarkan tangis mereka ?
Mungkin ada kawan , sahabat2 karib atau tetangga yang pasti bermurah hati memberi mereka makan , menghibur hati mereka serta menyembuhkan sakit mereka ? Tetapi apakah sahabat dan para tetangga bertanggung jawab atas kelaparan mereka ? Dan kalau Orang yang kelaparan , yang sakit dan kesepian ternyata beribu-ribu , bahkan berjuta-juta__Adakah lembag yang bertugas untuk merasa malu ? Bisa jenakkah para mentri duduk di kursinya .
:.
(12750) 26-1-2009 20:51 Ahmadi/ahmadi:
Sangat tidak masuk akal bagaimana masih ada kata2 yang bisa muncul dengan mantap dari mulut seorang pemimpin , tatkala ber juta2 orang membayarkan nasibnya untuk kesejahteraan sejumlah kecil orang2 yang sebangsanya sendiri .
Sangat tidak bisa dipercaya bahwa mungkin ada rakyat di suatu negri , yang memiliki pribadi2 sedemikian kuat ,sehingga ketika seluruh hidupnya dirampok , mereka tetap tersenum dan ikhlas. Para malaikat menegur :" Betapa indahnya keikhlasan , Namun bukan disitu tempatnya "
:.
(12751) 26-1-2009 21:26 Ahmadi/ahmadi:
Sangatlah tidak nyaman bahwa terkadang kita tidak punya kemungkinan untuk meng halus2kan kata , bangsa ini memiliki ribuan cara untuk ber sopan santun dan menutup - nutupi.
Namun hendaknya ada satu hari khusus untuk berkata apa adanya, Misalnya bahwa negri ini terlalu banyak maling, Bahwa kita adalah masyarakat miskin yang setiap mengintip kemungkinan untuk maling . agak memalikan bahwa ternyata yang kita pilih adalah kemiskinan.
Sedemikian seriusnya kemiskinan kita, sehingga kita membutuhkan berpuluh- puluh rumah beratus perusahaan, ber jenis2 mobil.
Semakin tinggi tumpukan kekayaan kita , semakin serius tingkat kemiskinan kita, Sebab tanda bahwa seseorang miskin ialah apabila ia butuh. Tanda bahwa seorang itu melarat, ialah jika terbukti ia Serakah . Tanda bahwa seseorang itu fakir, ialah jika ia bernafsu untuk merampok, memonopoli , merebut apa saja yang bukan miliknya .
Adapun orang kaya tak terdorong untuk melakukan hal demikian. Karena hanya orang kaya yang bisa kenyang oleh kesederhanaan ,yang sanggup memberikan apa saja tanpa segan tanpa rasa eman . uwis dul terusno wis ngantuk. rasah dibahas , yo kuwi suarane wong parkiran ,suara akar rumput, wit sawone wis mati.
kalau roboh kota malaka
papan dijaw kami dirikan
kalau ini cerboh tak berkenan
dengan rasa rendah hati Maafkan .
:.
(diambil dari http://plo-pptik.ugm.ac.id)

