mimpi adalah kunci
untuk kita menakhlukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

laskar pelangi
tak kan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia
selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
tak kan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia
selamanya
selamanya

(Laskar Pelangi - Nidji)

Lirik ini memang sudah tak asing lagi di telinga kita, hampir setiap stasiun TV dan Radio memutar lagu ini berulangkali. Pada hari minggu sore lalu saat saya hendak menuju kediaman kawan saya untuk ngobrol dongen geofisika, saya mendengar lagu ini dinyanyikan para pengamen jalanan di kawasan Dago. Dua kali! di perempatan KF dan perempatan Simpang… Wohohoho ada apa ini, apakah para pengamen jalanan pun memiliki list lagu pada hari tertentu? Sebagaimana koki yang memiliki menu khusus untuk setiap harinya. Apakah begitu juga dengan pengamen jalanan.

* * *

Sudah sejak lama saya tidak menjumpai pengamen jalanan yang tuna wicara sejak jaman kuliah dulu. Hehe… dari skul dulu ampe kuliah ampe sekarang kerja, saya masih ngangkot Hihihhi Malu-maluin yaa, Bae ah mere rejeki ka supir angkot. Nah back to story… Itu pengamen tidak membawa suatu alat musik, gitar,harmonika,tutup botol,atau apapun. Dia hanya menyanyi dengan lafal yang tidak jelas dipahami manusia normal (maaf, sebab ybs tuna wicara), dan hanya menepuk-nepuk tangannya saja hanya beberapa detik. Kemudian menengadahkan tangan pada para penumpang yang kadang memaksa. Rupanya mentalnya pun agak sedikit terganggu, karena dia suka ngomong sendiri kalau sudah selesai ngamen dan juga ngajak ngomong dan ketawa kepada setiap orang yang dilewatinya sambil menunggu angkot berhenti.

Pada suatu hari lalu, rupanya pengamen ini masih beroperasi dan kebetulan mengamen di angkot yang kunaiki. Dengan gayanya yang masih sama dan tidak berubah. Beberapa ratus meter kemudian pun dia turun….

Pada lampu stopan yang berjarak ratusan meter dari pengamen tersebut turun, si angkot berhenti karena lampu merah…. Eeehhh tiba-tiba si pengamen itu naik lagi dan bermasksud mengamen di angkot yang kunaiki itu. Tetapi rupanya akalnya sedang sadar saat itu, sehingga dia lanngsung turun lagi dan keliatan menelan ketawa sendiri.