Selagi teh maduku hangat.
Tadinya aku malas untuk pergi keluar dan berlari pagi seperti dua minggu yang lalu. Padahal tadi selepas subuh, kawanku akan berlari pagi. Dia tidak seperti aku yang pengen ngajak2 kalo lari pagi, so akupun jadinya agak malas. Tetapi setelah googling sesaat mengenai workaholik terkait dengan apa yang ada di kepalaku tadi subuh, aku jadi lumayan termotivasi juga untuk mulai membiasakan hidup sehat dan seimbang. Kalau dipikir-pikir minmal seminggu sekali lagh aku merutinkan berolahraga. Minggu lalu aku absen karena bakalan ada persiapan acara keluarga. Nah besok juga, takutnya aku berhalangan lagi yaa sudah akhirnya kuputuskan untuk mereschedule jadwal lari pagi ku dari hari sabtu pagi menjadi jumat pagi.
Sekarang lagi banyak ide yang ingin ditulis di blog, nah mumpung masih sehangat teh maduku aku tulisin sekarang deh. Biasanya aku dapet ide ketika di luar jangkauan internet hehehe..
* * *
Orang jika sudah berolahraga akan merasakan badan yang segar dan fresh, namun entah mengapa efek ini hanya berpengaruh padaku sedikit saja. Ya sesaat setelah berolahraga dan keringat masih lumayan mengucur, fresh banget badan. Tapi kok beberapa menit kemudian, badanku malah pegel-pegel dan asam laktatku yang berpengaruh. Beberapa menit lagi kemudian, malah timbul rasa kantuk. Dan yang hal yang paling sulit menghindarinya adalah kantuk aku.
Kayaknya sesulit apapun masalah yang saya hadapi, aku selalu bisa tidur nyenyak. Ketemu spot enak aja bisa tidur aku. Di tempat tidur sudah pasti. Di sofa, empuk, bisa juga, di kursi depan komputer, gak masalah, di angkot, di bis wah everywhere i hit the spot, i fall asleep.
Aku mendiagnosa diriku sendiri bahwa aku mengalami kelainan anti-insomnia alias gampang tertidur. Ini sangat-sangat menghambat pekerjaan dan mengganggu pekerjaan, so jika memang sudah benar-benar mengantuk, sebaiknya tidur sebentar. Tapi jangan lama-lama kata bosku, nanti malah gak beres kerjaannya.
>>>continue…
Apakah memang benar aku ini seorang yang workaholik? Keluarga dan teman dekatku bilang demikian. Bagaimana tidak, saat aku tidak ada tugas ke lapangan, aku stay di kantor. Pulang ke rumah pun hanya seminggu sekali, di hari minggu pagi atau sabtu malam. Memang di kantor tempat bekerjaku itu nyaman sekali. Di lantai paling atas terdapat semacam mess untuk istirahat lengkap dengan lemari-lemari pribadi untuk menyimpan barang-barang pribadi.
Aku sudah mengisi lemari itu dengan beberapa potong pakaian resmi dan pakaian tidak resmi serta beberapa daleman tentunya beberapa minggu yang lalu. Bahkan kini tersedia juga sebuah mesin cuci, namun saya sama sekali tidak bisa menggunakannya hehehe.. gaptek euy, cuman saja kemarin aku ngeliatin gimaana caranya make dan aku nitip satu helai baju trening.
Fasilitas-fasilitas ini memang disediakan untuk menunjang produktifitas tim seluruhnya. Letak kantorku itu cukup jauh dari mana-mana, yaitu di kotabaru parahyangan, jarak dari gerbang kotabaru parahyangan ke kantorku itu sekitar 4km. Kalo dari pintu tol padalarang memakan waktu sekitar 15 menit.
Sementara itu, pekerjaan yang harus dikerjakan lumayan beragam dan menumpuk. Sehingga ini menjadi salah satu faktor mengapa kami kadangkala (bahkan seringkali) harus menginap di kantor. Dari beberapa project yang sedang ditangani sekarang, terutama advanced processing dan penyusunan laporannya aku kebagean satu untuk mengkoordinirnya. Ada perasaan sedikit bangga tapi pusingnya juga banyak heuheuheu…. Kebetulan yang mengambil datanya di lapangan itu yaa aku sendiri, so ya udah sekalian aja aku yang olah dan lanjut ampe buat laporan, namun tetap dalam pengawasan. Kalao boleh aku bilang sii ini yaa semacam TA lagi lah ya… Sebab tidak jarang dalam mengerjakanya memerlukan perenungan yang membutuhkan tanggung jawab.
So, kalo boleh dibilang aku seperti ini sih karena tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab. Tetapi aku senang dalam menjalaninya, meski kadangkala ada di puncak ketegangan. Jika sudah begini yaa bisa aja sih aku minta izin pulang dulu ke boss. Tapi kalo pekerjaan belum selesai misalkan untuk menyiapkan presentasi ke client, yaa tetap aja belum tenang sih. Bisa juga lari-lari keliling kompleks yang tidak padat lalu lintasnya, lebar jalannya, dan sejuk udaranya terutama di pagi hari.
Jika melihat dari sisi ketidakberadaan saya di antara keluarga dan teman dekatku, yaa memang bisa dibilang saya itu workaholik. Tetapi jika saya melihat dari sudut pandang saya sendiri bahwa kantor ini juga secara tidak sadar menjadi suatu keluarga tersendiri. Jika boleh terus terang, boss kami tidak peduli jika kami mau berpakaian seperti apa saat bekerja, mau bertingkah laku seperti apa saat bekerja. Tapi dengan kontrol bahwa: Pekerjaan itu harus selesai, Tidak mengganggu kebiasaan orang lain, kalo ada klien tamu dateng yah mau ga mau harus rapih juga dunk. Jadi aku memandang yaa seperti bekerja di lapangan juga, tapi di bagian basecamp.
Walau bagaimanapun juga tetap saja sih, saya harus menyeimbangkan hidup saya antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Pernah saya juga berpikir, kapan yaa bisa punya waktu untuk sendiri…. benar-benar sendiri…. dan bagaimana caranya supaya image workaholik saya sedikit demi sedikit hilang tetapi tetap tidak mengganggu pekerjaan.
Kalo boleh berkomentar terhadap bossku, dia tu bukan workaholic tetapi harworker, sebab hak-hak badan tetap ditunaikan, jika memang benar-benar mengantuk dan butuh tidur yaa tidur aja. Saya pernah saat siang bekerja mengantuk sekali sebab malamnya memang kurang tidur, ya sudah, aku langsung naek ke lantai paling atas dan tidur siang selama lebih kurang 1.5 jam. Waktu sore pun kadang kita nongkron kongkow-kongkow di depan kantor melihat orang lalu lalang entah itu pulang bekerja atau jalan-jalan atau pacaran. Kebetulan kantor dan jalan raya dipisahkan dengan area parkir yang cukup luas, sehingga kalo nongkrong di depan kantor gak pas di pinggir jalan. Hal ini silakan diperbuat dengan catatan pekerjaan beres.
So i prefer hardworker than workaholic yea..

