Godaan terbesar itu mengantuk di jam-jam setelah ashar ampe menjelang maghrib (belum menunaikan sholat ashar menjadi godaan lain tersendiri). Aku putuskan untuk sejenak membuaikan diri di alam mimpi dengan posisi kepala ditahan lengan di depan laptopku. Jika aku memanjakan diri untuk tidur di kasur, niscaya akan kebablasan ampe lepas maghrib. Tidur dengan melandaskan kepala pada lengan dalam waktu tertentu akan membuat peredaran darah di lengan tidak lancar dan itu akan membangunkan saya tentunya atau menjadi alarm biologis bahwa "WOI TONG SARE LILA-LILA TEUING!"
Alasan mengapa aku mengantuk dan pusing adalah sebab ini hasil inversi dari data resistivity dan ip yang sedang kugarap dan akan diinterpretasi dan harus jadi dan harus dikirim malam ini. Tapi sebelum tidur aku berpesan pada temanku yang Gede agar menghitung jarak dari section di proses inversi, dengan jarak dari station sebenarnya di lapangan.
Pas aku bangun, ternyata memang ada perbedaan jarak 200 meter! Hasil dari proses inversi menjadi termampatkan 200 meter! Alangkah berbahayanya ini dalam interpretasi nantinya.
Pada program inversi yang telah dilakukan, kami (saya sebagai trainee dan bang rudi sebagai trainer) memasukan nilai station topography adalah koordinat latitude utm-nya. Sementara lintasan kita itu memiliki azimuth 38 derajat. Tentusaja, yang kita dapatkan adalah lintasan proyeksi yang tentusaja lebih pendek memang.
Aah.. jadi kembali pada judul… aku (kali ini aku sendiri karena trainer saya lagi ke palembang) harus REINVERSI ! Tapi sepertinya aku harus mengajak serta temenku yang Gede itu untuk kontrol, sebab prosesi inversi ini cukup panjang dan TIDAK BOLEH ADA KESALAHAN!
Tapi sekarang aku mau mandi dlulu, biar seggerrrr….
geophysicsNovember 19, 2008 5:32 pm

