Di berita orang ribut-ribut membicarakan tentang kasus Aulia Pohan, sementara aku ini di sini padahal ngora keneh geus Pohoan. Namun jangan diartikan salah dengan Pepohoan yang ada di pinggir jalan sebagai bagian dari program penghijauan.
Semalam kami berdiskusi mengenai laporan resistivity-ip yang sedan kami garap di rumah Dago. Seperti pada project-project sebelumnya, kami menggunakan software yang didesain dan dibuat oleh salah satu anggogta tim kami. Oleh sebab masih prototype, dan belum sempat dibuatkan help-nya, tutorial singkat pun langsung diturunkan dari orang yang bikinnya. Dan dengan kesibukan beliau, hanya pada bisa meluangkan waktu malam hari, kita yaa berkunjung ke kediamannya malem-malem deh. Beberapa minggu sebelum aku ke lapangan sudah diajarkan bagaimana mempersiapkan data yang dibutuhkan untuk software tersebut plus bagaimana menampilkan datanya. Namun ternyata saat di lapangan kemarin, ada sesuatu hal di luar jangkauan kemampuanku yang menyebabkan display data tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sementara format data seingatku sudah sesuai dengan yang diajarkan swaktu sebelum ke lapangan. Namun ternyata ada kesalahan pembacaan digit. Data posisi koordinat yang kumasukkan berdigit 9, yang mana software ini hanya bisa membaca 4 - 5 digit, sehingga justru nilai res dan chg otomatis akan kegeser dan tidak kebaca. Semalam saya dan ditemani teman tim yang baru bergabung untuk diajarkan bagaimana caranya mengubah scale bar atau rezone dari data yang sudah diinversi. Tadi siang, aku mencoba mengulangi hal yang sama saat yang diajarkan semalam, namun ternyata ampe sore ini, masih gagal juga. Beuh! Belegug urang teh nya…

