
my office just before the storm
view at 2nd floor of my office just before the storm
Lagi iseng pengen mfoto kantorku sore-sore sebelum magrib, n ujan pun mulai rintik-rintik, sementara langit sudah mulai gelap. Sebelumnya pas lagi nongkrong2 ma temen n si boss, kulihat ada si faiz dan istrinya lagi belanja di toko sebelah. Faiz adalah orang yang cukup eksentrik saat satu SMA dulu, dia besar dan tumbuh di Amrik sono ampe smp. Dia kini tinggal di Tatar Jingga di ujung KBP.
Nah, foto yang di bawahnya itu pas bener2 udah mau ujan, n rintik2 hujan tadi pun semakin banyak dan deras… Wah, ni pemandangan mengerikan sekali yah…. gelap tapi masih ada yang terangnya.. kayak model di film twister gitu deh… itu tagnya kubikin before storm sebenernya majas hiperbola , gak ampe sebadainya gitu deh heheh…..
Hujan gak terlalu besar cuman anginnya itu lumayan membuat tempias sehingga lantai teratas kantor menjadi lumayan banjir… Kita semua sibuk nutupin pake plastik n meras anduk2 kecil ke baskom biar airnya gak semakin membanjiri ruangan, n parah2nya tembus ke lantai bawahnya kayak di film jumanji deh. Hahaha kebanyakan nuntun pelm gini dah.. imajinasinya kemana-mana.
*
Sebelumnya,
Wah, dapat juga ni clue ngerjain programnya E-Modz bang Roed yang ku-sedikit-bermasalah alias belegug diri mode: on hehehe….
Ternyata letak ‘kesalahpahamannya’ bukan di sana. Tapi di dalam menampilkan data grid-nya di Oasis Montaj Viewer. Tapi untuk meyakinkan ku-sms lagi dah si bang Roed., Sambil menunggu balasan, aku nongkrong2 di luar deh…. wah iseng foto2 kantor ah sebelum malem… n mu ku-blog-kan… Eh tak lama kemudian juga, langit semakin gelap n nampak bagus deh kalo kufoto n nambahin blogku yang dah jarang keisi ini, biasa lah, kalo dah dari lapangan suka males nulis.
Sambil nge-blog kayaknya Nikmat banget nih bikin Teh panas campur madu asli bawa dari flores kemarin. Hmmm….. plus beberapa potong lagi brownies yang dibawakan ibu dari rumah tadi….
Eehh… baru aja kuseruput sedikit ni Teh Madu… ada Emergency call dari atas, bahwa ruangannya tempias…
Di berita orang ribut-ribut membicarakan tentang kasus Aulia Pohan, sementara aku ini di sini padahal ngora keneh geus Pohoan. Namun jangan diartikan salah dengan Pepohoan yang ada di pinggir jalan sebagai bagian dari program penghijauan.
Semalam kami berdiskusi mengenai laporan resistivity-ip yang sedan kami garap di rumah Dago. Seperti pada project-project sebelumnya, kami menggunakan software yang didesain dan dibuat oleh salah satu anggogta tim kami. Oleh sebab masih prototype, dan belum sempat dibuatkan help-nya, tutorial singkat pun langsung diturunkan dari orang yang bikinnya. Dan dengan kesibukan beliau, hanya pada bisa meluangkan waktu malam hari, kita yaa berkunjung ke kediamannya malem-malem deh. Beberapa minggu sebelum aku ke lapangan sudah diajarkan bagaimana mempersiapkan data yang dibutuhkan untuk software tersebut plus bagaimana menampilkan datanya. Namun ternyata saat di lapangan kemarin, ada sesuatu hal di luar jangkauan kemampuanku yang menyebabkan display data tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sementara format data seingatku sudah sesuai dengan yang diajarkan swaktu sebelum ke lapangan. Namun ternyata ada kesalahan pembacaan digit. Data posisi koordinat yang kumasukkan berdigit 9, yang mana software ini hanya bisa membaca 4 - 5 digit, sehingga justru nilai res dan chg otomatis akan kegeser dan tidak kebaca. Semalam saya dan ditemani teman tim yang baru bergabung untuk diajarkan bagaimana caranya mengubah scale bar atau rezone dari data yang sudah diinversi. Tadi siang, aku mencoba mengulangi hal yang sama saat yang diajarkan semalam, namun ternyata ampe sore ini, masih gagal juga. Beuh! Belegug urang teh nya…

