fraHart

arroundsJuly 18, 2008 8:17 am

Tadi pagi kuberjoging-joging kecil di kotabaru parahyangan (kbp) ke ujung kota. Sambil berjoging kulihat-lihat keadaan di sini, yang lumayan nyaman, jalan sangat lebar selebar jalan tol, udara masih segar, belum banyak kendaraan, mentari dengan mantapnya menyeruak mendaki bukit yang sudah gundul karena ditambang untuk diambil pasirnya.

Tata kota yang sangat rapih dan pantas saja mendapatkan penghargaan sebagai tata kota terbaik asia tenggara. Di pinggiran kotabaru masih terdapat alam yang masih asri, sungai yang mengalir ke arah danau saguling, dan juga kebun-kebun masyarakat asli yang masih tersisa. Sangat kontras memang pemandangan di sini, namun tetap bisa terintegrasi.

Setelah puas, akhirnya saya dan temanku pulang dan berencana mencari jalan lain yang lebih pintas karena jika melewati jalan raya, lumayan memutar. So, kita melewati jalan setapak di antara alang-alang yang masih setinggi orang dewasa. Sebelum itu kami sempat melihat ada tukang sayur yang sedang dikerubungi ibu2 dengan memarkirkan mobil-mobil sedannya. Padahal waktu pertama kali saya diberitahu bahwa di kotabaru ini tidak boleh adanya tukang dagang keliling. Kupikir waktu itu sangat eksklusif sekali megakompleks ini, yang tidak membiarkan pedagang keliling berdagang di sini. Entah itu peraturan dari pihak Town Management atau bukan, terlihat sekali bahwa masyarakat yang tinggal di sini merasa tidak membutuhkan pedagang keliling, jika butuh sesuatu tinggal ke toko atau mini/super market. Namun ternyata, mereka atau kita yang mungkin sudah merasa mapan sudah tidak memerlukan lagi jasa mereka yang berkeliling. Itu sangat Keliru! Dalam konndisi apapun, kita tetap memerlukan bantuan orang lain. Selalu seperti itu dan akan terus begitu.

Mengitari benteng gedung BAIS (Bandung Alliance International School) yang sedang dalam pembangunan. Kami menuruni lembah yang dihamparkan pesawahan yang masih hijau baru ditanam, mendaki kembali melewati pepelakan singkong dan akhirnya kita bisa muncul kembali ke permukaan di samping gerbang sekolah tersebut. Berlari sekira 900 meteran, dan diakhiri dengan keluaran keringat yang lumayan bertamabah sedikit daripada joging tadi yang tidak mengeluarkan keringat.

__________________________________________________________________________
arroundsJuly 17, 2008 6:09 pm

Ahhh… lumayan bisa nghela nafas bntar nulis ni blog.

Tadi pagi lumayan gedebag-gedebug saat mau kirim progres data GPR, selalu seperti itu. Mepet. Tapi ini karena masih progress prosesing, kirim saja seadanya dulu, dengan tetap mempertahankan standard. Besar file yang gede selalu menjadi masalah pengiriman. File powerpoint diconvert ke PDF kok malah membengkak, heran aku. Akhirnya kita kirim saja file ppt-nya dengan dipecah 2.(1.5MB dan 4.5MB). dengan diRAR tentunya. Ternyata mengirim kedua file itu lewat gmail cukup cepat daripadad yahoo yang gak selesei2 attach, ampe terkirimnya gmail.

Anak-anak kubiarkan tergelepak, karena masih baru pada tidur pagi, meski dosenku datang, hehehe.. biarlah cuek ajah… Meja juga berantakan baget. Setelah file terkirim, kita berncana ke PVJ bareng si boss buat refreshing ajalan-jalan hahahaha…

"Kriing.." klien tercinta kami telepon dan minta tambahan interpretasi…. Bleh! kaga jadi yak kita ke pvj nya… X(((((

Acaranya mempicking kembali itu kontur dalam autoCAD! lumayan lah nih dah agak lancar pake autoCAD nih.. heheh… dan baru selesai barusan…. lumayan bisa menghela nafas, karena bis ni tinggal bagian si master prosesing yang jalan ….

Yuk, maghrib dolo…

__________________________________________________________________________
geophysicsJuly 16, 2008 5:58 am

 

Ah.. leganya data solid model sudah terkirim, sebesar 10Mb, dizip menjadi 6 part. part 1,2,6 dikirim oleh yahoomail. Ketika mau ngirim part 4 dan 5 terasa lama, kumainkan dengan gmail dan sukses terkirim. Kuingin rebahkan badan di kasur sebentar untuk relaksasi dan berencana begadang lagi untuk mengerjakan data gpr bersama teman-teman. Kurasa tidurku sudah cukup tadi siang, meski mata masih perih karena malam sebelumnya benar-benar begadang tanpa tidur. Pengertian begadang yang berlaku padaku adalah tidur telat atau tidur di kursi selama 1-2 jam.

Picking kontur suseptibilitas bernilai 0.009 - 0.01 pada slicing kedalaman 300 - 400 m, interval 10 m (10 kali melakukan pekerjaan sama berarti), picking ini keroyokan tiga orang. Aku, soni, dan bosku. keseluruhan slicing 200 - 520 m. Picking ini kemudian dijadikan sebagai bahan input untuk membuat model yang solid. Dari batasan-batasan kontur di setiap slicing ini bisa dilihat apakah modelnya melebar atau menyempit searah dengan kedalaman. Model solid dikonstruksi dengan menggunakan Surpac, sementara picking kontur adalah dengan menggunakan AutoCAD. Yeee…. aku belajar autocad lagi… lama-lama menarik juga nih autoCAD (hati-hati dalam pengucapan lafalnya).

 

Jarum menunjuk angka 11 ketika aku akan merebahkan badan di kasur di depan tv, stel alarm 1 jam kemudian, namun ternyata releks tanganku masih cukup teramat sangat baik untuk mematikan alarm secara tidak sadar, hingga kebabalsan. Kubangun sebentar karena merasa agak kedinginan dan mendengar masih ada suara obrolan "Tracing ini .. bla bla bla…", tapi kulihat jam dan masih menunjukkan pukul 03.38.. wah aku kebablasan, kupikir… ya sudah tanggung, kulanjutkan saja bablasku hehehe… Dingin semakin menusuk tulang, dan suara adzan berkumandang, kuberanjak ke dalam ruangan untuk menengok teman-teman yang masih terjaga, dan segera kuambil air wudlu yang tak kalah menusuk sumsum tulang.

Aku sangat salut dengan mereka, begitu bertanggung jawabnya mengolah data GPR, yang sebetulnya aku yang ditunjuk untuk mengurus data ini. Namun pula, aku masih terbuyar konstrensasinya dengan laporan Flores (Mag and Res for Mangan)…, yang cukup menguras pikiran si boss dan bro processing.

Deadline GPR –> This Thursday! and it’s mean TOMORROW!!!…

nu penting mah ENJOY! neur teu???

__________________________________________________________________________
arroundsJuly 14, 2008 11:30 am

Yang bener neh? Moso PINku salah?

Aku berencana untuk membayar tagihan listrik dan telepon hari ini. Nah setelah kumasukkan nomor PIN nya XXXX, muncul pilihan menu PENGAMBILAN INFO DLL. trus ya kupilih AMBIL and masukkan jumlahnya… ketika Proses….. MALAH KELUAR TULISAN PIN ANDA SALAH! Lah kok? aku masukin lagi PINku dan SALAH lagi, trus ampe 2 kali end CANCEL biar kartunya bisa keluar lagi dan kucoba sekali lagi PINku, eehh masih salah juga, kartu ATM keluar sendiri.

Ah kupikir mesin ATMnya keliru, mungkin aku coba mesin ATM yang di Pajajaran aja deh. Yeee… tamba parah, begitu masukin PIN, langsung keluar tulisan ANDA MELAMPUI BATAS MEMASUKKAN PIN.

Bleh, kaga jadi deh gue ambil tu cash…. mana dompet dah tipis juga hahhha… Kudu ngurus ke BANK deh…

__________________________________________________________________________
wavesJuly 12, 2008 9:55 pm

Satu lagi lagu lama berjudul nasi goreng, yang ternyata liriknya unik karena campur aduk dengan nama-nama makanan yang ada di Indonesia, khsusnya jajanan yang sering ditemui di bandung hehehhe…

Geef mij maar nasi goreng

Toen wij repatrieerden
uit de gordel van smaragd…
Dat Nederland zo koud was
hadden wij toch nooit gedacht.
Maar ‘t ergste was ‘t eten,
Nog erger dan op reis.
Aardapp’len, vlees en groenten
en suiker op de rijst!

Geef mij maar nasi goreng
met een gebakken ei,
wat sambal en wat kroepoek
en een goed glas bier erbij.

Geen lontong,  saté babi,
en niets smaakt hier pedis.
Geen trassi, sroendeng, bandeng
en geen tahoe petis,
kwee lapis, ondé-ondé,
geen ketella of ba-pao,
geen ketan, geen goela-djawa,
daarom ja, ik zeg nou:

Geef mij maar nasi goreng
met een gebakken ei,
wat sambal en wat kroepoek
en een goed glas bier erbij.

Ik ben nou wel gewend, ja,
aan die boerenkool met worst.
Aan hutspot paké klapperstuk,
aan mellek voor de dorst.
Aan stamppot met andijwie,
aan spruitjes, erwtensoep,
Maar ‘t lekkerst toch is rijst, ja
en daarom steeds ik roep:

Geef mij maar nasi goreng
met een gebakken ei,
wat sambal en wat kroepoek
en een goed glas bier erbij.

Wieteke van Dort.
Uit: De weduwe van Indië. Vroom en Dreesman 1992

(http://www.pietpaaltjens.nl)

__________________________________________________________________________