fraHart

arroundsJuly 18, 2008 10:28 pm

m

 

 

 

 

 

 

 

 

__________________________________________________________________________
arrounds 8:17 am

Tadi pagi kuberjoging-joging kecil di kotabaru parahyangan (kbp) ke ujung kota. Sambil berjoging kulihat-lihat keadaan di sini, yang lumayan nyaman, jalan sangat lebar selebar jalan tol, udara masih segar, belum banyak kendaraan, mentari dengan mantapnya menyeruak mendaki bukit yang sudah gundul karena ditambang untuk diambil pasirnya.

Tata kota yang sangat rapih dan pantas saja mendapatkan penghargaan sebagai tata kota terbaik asia tenggara. Di pinggiran kotabaru masih terdapat alam yang masih asri, sungai yang mengalir ke arah danau saguling, dan juga kebun-kebun masyarakat asli yang masih tersisa. Sangat kontras memang pemandangan di sini, namun tetap bisa terintegrasi.

Setelah puas, akhirnya saya dan temanku pulang dan berencana mencari jalan lain yang lebih pintas karena jika melewati jalan raya, lumayan memutar. So, kita melewati jalan setapak di antara alang-alang yang masih setinggi orang dewasa. Sebelum itu kami sempat melihat ada tukang sayur yang sedang dikerubungi ibu2 dengan memarkirkan mobil-mobil sedannya. Padahal waktu pertama kali saya diberitahu bahwa di kotabaru ini tidak boleh adanya tukang dagang keliling. Kupikir waktu itu sangat eksklusif sekali megakompleks ini, yang tidak membiarkan pedagang keliling berdagang di sini. Entah itu peraturan dari pihak Town Management atau bukan, terlihat sekali bahwa masyarakat yang tinggal di sini merasa tidak membutuhkan pedagang keliling, jika butuh sesuatu tinggal ke toko atau mini/super market. Namun ternyata, mereka atau kita yang mungkin sudah merasa mapan sudah tidak memerlukan lagi jasa mereka yang berkeliling. Itu sangat Keliru! Dalam konndisi apapun, kita tetap memerlukan bantuan orang lain. Selalu seperti itu dan akan terus begitu.

Mengitari benteng gedung BAIS (Bandung Alliance International School) yang sedang dalam pembangunan. Kami menuruni lembah yang dihamparkan pesawahan yang masih hijau baru ditanam, mendaki kembali melewati pepelakan singkong dan akhirnya kita bisa muncul kembali ke permukaan di samping gerbang sekolah tersebut. Berlari sekira 900 meteran, dan diakhiri dengan keluaran keringat yang lumayan bertamabah sedikit daripada joging tadi yang tidak mengeluarkan keringat.

__________________________________________________________________________