Setelah makan malam, kami semua mengobrol santai dengan atasan kami. Makan malam yang seadanya, ada ayam, ada lalaban, ada sambel, ada nasi ckckckck…. Bukan bermaksud membandingkan, namun di perusahaan tempat ku bekerja sekarang sangat terasa sekali kebersamaannya. Boss yang mau membaur dengan bawahan-bawahannya, bahkan ikut makan siang and or makan malam bersama lesehan. Pada momen-momen setelah makan inilah yang dipakai atasan kami itu untuk mengadakan pendekatan dan berbagi cerita. Kebiasaan ini mungkin sudah tak asing lagi di beberapa keluarga di luar sana (jika kita melihatnya di film) atau mungkin ada yang menerapkannya juga di sini. Di mana semua anggota keluarga berkumpul pada saat makan malam, sebab pada waktu pagi,siang, sore hari semua anggota keluarga memiliki kegiatan masing-masing di luar rumah.

Sepanjang project : Gravity and Magnetic ditunda keberangkatannya, sehingga kami semua bisa sedikit menghela nafas, tapi tidak terlalu nggak buat saya, karena saya tetap harus fokus pada Mandiodo Project : GPR. Tak terasa sebulan sudah teman-teman dibina di sini, dan bahkan tinggal di sini, makan, mandi, berlatih di sini. Our 3rd floor is like a home to us. Mengingat lokasi kantor kami memang sedikit di luar kota and jauh kamana mendi.

Bercerita bagaimana pada awalnya usaha ini dirintis, (jika ditulis sekarang di sini mungkin akan sedikit panjang), bagaimana kondisi saat ini dan harapan-harapan apa yang ingin dicapai ke depannya. Dengan bersemangatnya dia bercerita dan mendifusikan semangat-semangat itu pada kami. Dan pada intinya, beliau menginginkan kesejahteraan karyawan. Kadang beberapa perusahaan ‘pelit’ dalam urusan ini. Lingkup kerja kami most of all adalah pekerjaan lapangan, lebih tepatnya eksplorasi sumber daya mineral. Pekerjaan yang di luar kebiasaan, jauh dari rumah, meniggalkan keluarga, berat. Mungkin (ini pemikiran saya) atas dasar inilah beliau / perusahaan harus memikirkan kesejahteraan ini, sehingga (walaupun sedikit) bisa meningkatkan konsentrasi bekerja selama di lapangan. Dia tidak perlu memikirkan (meskipun tidak mungkin jika tidak memikirkan sama sekali) bagaimana urusan dapur, sekolah, kesehatan, itu semua sudah ditanggung perusahaan. Target yang mulia bukan?

Sekarang masalahnya, tinggal kita sendiri juga yang mau mewujudkan itu secara bersama-sama atau tidak, karena terus terang usaha ini baru dirintis, pait getir bersama, susah senang bersama.

Jadi sekarang. saya harus fokus ke GPR!!!!!