hari ini ada pengenalan metoda magnetic & gravity di kantor oleh dosenku, yang juga sebagai advisor di tempat kami bekerja. Aku sendiri jadi ikutan lagi mengingat mengenai 2 metoda ini, meski sebelumnya sudah lumayan beberapa kali ke lapangan untuk mengadakan survey magnetic. Sementara, gravity sama sekali belum pernah. Saat masih ekskursi mahasiswa geofisika ke cekungan nagreg, sempat mengikuti jalannya survey gravity bersama peg.LIPI, namun itupun hanya 2 hari.
Pada dasarnya kemagnetan bumi itu timbul akibat dari adanya proses internal dari dalam bumi.Proses tersebut adalah perputaran dari setiap bagian interior bumi, mulai dari inti bumi, mantel, dan kerak tempat kita berada.Sama seperti prinsip dinamo yang berputar bisa menghasilkan medan magnet dan juga medan listrik.


(sumber : The Dynamic Earth,Smithsonian National Museum of Natural History)

Arah utara-selatan magnet bumi tidak selalu sejajar dengan arah utara-selatan geografis.Hal ini disebabkan oleh ketidakhomogenan material dalam bumi sehingga terjadi perputaran yang tidak juga homogen, dan arah utara-selatan magnet bahkan bisa berubah dari tahun ke tahun secara perlahan.
Hal ini diteliti dengan menggunakan kompas dengan ketelitian tinggi yang menunjuk arah utara magnet di beberapa tempat di belahan bumi. untuk selanjutnya dikumpulkan datanya dan didapatlah satu titik utara magnet. data-data ini dikumpulkan dan dilihat pergerakan titik utara magnet dari tahun ke tahun.
Arah utara-selatan magnet bumi saat ini, relatif mengarah utara-selatan geografis, namun ada sedikit simpangan.Sudut simpangan ini (sudut antara utara geografis dan utara magnet) disebut sebagai deklinasi.Konvensi internasional menyepakati sudut deklinasi positif jika arah utara magnet bumi ada di arah jarum jam, dan negatif untuk arah utara magnet berada di kebalikan arah jarum jam (sebelah kiri arah jam 12).

(sumber : Weber State University)

Lintasan pengukuran sebaiknya berarah utara-selatan atau selatan-utara, sebab garis-garis gaya magnet adalah dari selatan ke utara. Jarak antara stasiun pengukuran sebaiknya lebih pendek daripada jarak antara lintasan. Misalkan jarak antar lintasan 25 m, kita gunakan stasiun pengukuran 10m, namun hal ini bisa variatif.
Respons magnetik agak sedikit sukar ‘dilihat’ sebagaimana respons gravitasi yang mengukur kontras densitas/massa jenis suatu benda bawah permukaan.(gravitasi termasuk ke dalam monopole). Berbeda dengan magnetik, yang termasuk ke dalam jenis dipole, sehingga terdapat dua respons pasangan positif-negatif untuk suatu benda.
Oleh karena itu, kita mengenal koreksi Reduksi ke Kutub (RTP/Reduced to Pole), mengkondisikan seolah-olah kita mengukur di kutub dengan sudut inklinasi +90 derajat. Sehingga benda-benda magnetik akan menunjukan anomali positif. Sementara Reduksi ke Ekuator (RTE/Reduced to Equator), yang mengukur seolah-olah di ekuator magnet yang memiliki sudut inklinasi 0 derajat. Dalam hal ini, kita akan mendapatkan anomali negatif untuk benda-benda magnetik.
Lebih kurangnya, ini kursus singkat yang didapat kemarin. Jika sudah ada ide lagi kapan-kapan bisa ditambah lagi. Sebagai bahan referensi, beliau menulis uraian singkatnya juga di http://grandis.wordpress.com/2008/03/07/the-golden-compass/