8 Maret 2008 - BlangPidie,abdya
Hari sabtu ini adalah menjadi hari pertama kita mengukur di Aceh, bagi saya yang baru kali ini menginjakkan kaki di Aceh cukup agak degdegan, karena isu GAM-nya, namun orang yang bertanggung jawab atas kami, sudah bilang bahwa kita aman untuk survey di sana. Pagi itu hujan cukup deras sehingga kita harus berteduh di salah satu rumah penduduk dan menyiapkan pita-pita untuk tanda patok koordinat kita tiap 10 meter. Panjang line 1km. Hujan reda sekira jam 11, maka kami pun bergegas untuk naik. Sesuai dengan rencana kerja yang kita bekali dari badnug, kita mulai pengukuran dari tengah dan meyebar ke arah utara dan selatan.
Sebagaimana biasaanya hari pertama survey, selalu saja ada adaptasi. Saat itu ada satu teman tim GPS belum membeli kauskaki, sehingga di mampir dulu di pasar untuk membeli kauskaki. NAmun para TL sudah duluan menuju lokasi yang terletak di belakang Masjid. Kita menunggu teman kita itu, dan pada saat kita akan menyusul para TL itu, dengan kagetnya kita dihadang oleh pemuda2 yang mengaku sebagai penguasa daerah/gunung yang kita naiki.
Mereka bertanya atas izin siapa boleh survey di sini. kami menjawab Pak Umar dan Pak Yakir, entah mengapa setelah mendapat jawaban itu, mereka sangat marah dan melarang kita naik dengan hampir terjadi bentrok kekerasan, amannya kami bergerak mundur menuju tempat kita berteduh tadi. Dan menunggu Pak Umar untuk menyelesaikan masalah ini… (bersambung)

