Mumpung masih hangat, sebaiknya kutulis pengalaman berharga ini. Jumat pertama di Bulan Ramadhan ini kulalui di Masjid Salman. Khotibnya adalah Bpk. Drs. Syamsoe Basaruddin (Pak Syamsoe, punten pak kalo nama panjangnya keliru). Hampir sama dengan khotbahnya di masjid BATAN tempo jumat tentang Indonesia…. yang banyak utang, tapi bangga, terusan karenan ngutang ke negara adikuasa, kita jadi tidak berani bersikap di mata dunia karena kita punya ketergantungan utang kita.

Di Salman ini khotbahnya juga dibuka dengan masalah umum seperti ini, membandingkan Indonesia yang berperingkat pertama dari bawah, dari segala bidang… bahkan kita kalah ama vietnam yang baru-baru ini meakhiri perang saudaranya. Produktivitas Nasional kita rendah, Utang terbesar, terkorup juga, … poko e terendah di level asia bahkan dunia sekalipun. Seolah-olah Alloh SWT. menciptakan manusia Indonesia hanya untuk menjadi pecundang! Ironisnya kita adalah negara dengan jumlah umat Muslim terbesar! Padahal kalau kita lihat di Al-Qur’an bahwa kita ini umat muslim adalah umat terbaik yang diciptakan dari jenis golongan manusia sejak nabi Adam AS. hingga hari kiamat kelak (punten lupa Suratnya apah, Ali Imron gitu nya??? tolong dimasuki eh dikoreksi).

Umat Islam zaman dulu itu maju di berbagai bidang, bahkan perang pun selalu menang (ini adalah janji Allah SWT…..). Oia ada paradigma Barat yang cukup aneh juga dan ini seringkali diperdengarkan: "You can Loose from Battle, but You must Win from thr Whole War". Sebenarnya Kalah dan Menang dalam suatu pertempuran itu adalah sunnatulloh…. Hal ini diwahyukan (kalo gak salah) sehingga hati kaum Muslimin yang sedang galau ketika Hampir kalah di Peperangan Uhud menjadi tentram hatinya dan Akhirnya bisa menang melawan Kaum Kafir.. Allaahu Akbar!!!!!

Dalam APBN itu kita sebagai rakyat dibohongi terus menerus masalah utang ini. Dalam APBN… anggaran kita berimbang… HAlah!!! busuk! (sori eta mah kata saya dalam hati bukan kata Pak Syamsoe, jehehheh) Seimbang tuh kalo Utang luar negeri dianggap pemasukan, Bodoh betul pan kalo Utang dianggap sebagai pemasukan… utang itu pan sesuatu yang harus kita bayar di masa depan alias itu pengeluaran juga kan???!!!! (ini juga quote dari saya, yang cukup terbawa emosi).

Utang ini dipikul tidak hanya oleh aparatur tapi kita semua sebagai Bangsa Indonesia inih, kita tahu masalah ini dan kita harus membayar utang ini yang kian hari kian membengkak. Beliau tambahkan bahwa ini adalah dosa komunal (bersama) kita tidak bisa lepas tangan begitu saja, kita masih punya mata untuk melihat, mulut untuk berbicara, dan tangan untuk menulis (maka dari itu saya terinspirasi untuk coba memaparkan ini di blog tercintah inih)…. Palingan orang yang maaf, tuna netra, rungu, wicara, daksa yang bagaimana mereka bisa menyampaikan sesuatau bisa lepas tangan dari masalah inih.

Zaman Rasul dulu memang pernah Negara Islam berhutang ke Sodagar-sodagar kaya baik itu Muslim maupun Yahudi pada zaman itu, namun hanya dalam tempo 8 bulan bisa LUNAS …!!!!! Subhanallaah…..!!!!!

Selama ini Ceramah-ceramah, khotbah-khotbah lebih ke arah penyejukkan hati, pembawa berita gembira.. malah seharusnya pembawa peringatannya pun kudu disampe-in…. terlebih-lebih peringatan dan ancamannya… Ayoh manusia2 segeralah bertobat…. Tidakkah cukup peringatan bencana-bencana alam yang sudah diturunkan???? Biar ceramah ini tidak hanya "meninabobokan" tapi harus yang membuat hati tergugah… membuat merenung dan menangis ketika pulang dari ceramah ato tabligh akbar semacamnya….. HAyoooo Bangkitt Umat Muslim!!!!!!!! AllaahuAkbar!!!!!!

Yaa Allah Ampunilah hambaMu ini yang masih jahil dalam menulis…. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat terus mengingatkanku padaMu yaaa Allaah…..  

 

>>>continue…