Strange… tidak biasanya pagi ini tidak sedingin dan kering pagi-pagi sebelumnya yang membuatku enggan untuk beranjak dari peraduan dan mengambil air yang tak ayal dinginnya untuk dibasuhkan ke anggota tubuhku untuk mensucikannya. Pagi ini setelah menunaikan salah satu kewajiban terhadapNYA, segera kuambil 2 buah ember dan bergegas ke sumur di halaman depan rumahku yang terletak persis di depan kamarku.

faucet

Tuangan pertama air sumur ke ember tadi, ternyata sudah mulai tidak jernih dari beberapa hari / minggu sebelumnya. Airnya sudah mulai keruh karena tanah lempungan (mungkin) yang terdapat di dinding-dinding sumurku ituh. Jadi inget ama perkataan kang eh mas mudrik seorang geologist dari lipi.. kalo misalnya air sumur ituh kalo sebelum habis atau kering, pertama-tama airnya akan keruh dulu dan abis itu lama-lama airnya kering / habis.. Waaahh…. don’t let it happen to our well please GOD…..

Kupenuhilah satu bak di kamar mandi, and you know what? I didn’t fulfil the ember i picked up, eh eta ember naon bahasa inggrisna woy?!! Coz my arms felt broken huehehehe…. Karasa pisan tara olah raga bwehehehehe….