Internet Connections for Windows Mobile
![]()
![]()
![]()
![]()
TELKOMSEL
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
INDOSAT - M3
This works on my windows mobile 6.1 and may be works on previouse version as well. Good luck!![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Internet Connections for Windows Mobile
![]()
![]()
![]()
![]()
TELKOMSEL
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
INDOSAT - M3
This works on my windows mobile 6.1 and may be works on previouse version as well. Good luck!![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Bum! Duar! Jeleger! Mungkin itu ekspresi ledakan bom dalam bentuk tulisan. Tidak biasanya saya mengulas tentang kejadian, khususnya berita yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Penangkapan Teroris Bom Nurdin M. Top. Pada awalnya memang, saya berikan salut kepada Detasemen 88 yang dapat melacak keberadaan NMT ini dalam hitungan hari setelah kejadian Bom Ritz-Mariott, Mega Kuningan, Jakarta. Namun ketika melihat beritanya yang terus-menerus diulang-ulang. Yaitu bahwa, NMT diduga berada di sebuah ramah di tengah sawah dan bukit dengan 2 orang pengawalnya (?). Namun pada akhirnya hanya ditemukan satu jenazah, yang diyakini sebagai NMT. 1 orang NMT ini dikepung hingga beberapa puluh polisi, dan rentetan peluru, serta beberapa buah bom… Katanya sih itu untuk membuat NMT menyerah, tetapi pada akhirnya kok NMT malah dibunuh. Apakah sebelumnya memang yakin kalo yang berada di rumah itu adalah NMT? In spite of yang berada di dalam rumah mengaku bahwa dirinya adalah NMT. Tetapi, apakah memang benar ? Dia hanya berteriak dari dalam rumah.
Mohon maaf kepada pihak terkait, bukannya saya tidak percaya, tetapi saya penasaran jika tidak diperlihatkan buktinya bahwa itu adalah memang NMT. Masalah yang kedua adalah, mengapa NMT harus dibunuh, bukankah ditangkap hidup-hidup dapat memberikan peluang untuk menguak jaringannya yang lebih besar lagi ? Mungkin saja dia hanya adalah pion di antara pion-pion lainnya dalam suatu papan catur yang lebih besar ?
Dua orang yang diduga pelaku lainnya, yang dibunuh ketika akan melarikan diri menggunakan mobil. Kok ditembak mati juga ya? Kenapa gak mobilnya yang diberhentikan, entah ban yang ditembak atau mesin mobil supaya mati, terus kalo orangnya masih melawan juga, yaa tembak lah titik non-vital seperti tangan atau kaki.. supaya bisa diinterogasi juga…, interogasinya bisa pake deteksi kejujuran mungkin. Kita punya gak sih alatnya ?
Yaah, entahlah saya cuma bisa ‘ngawangkong’ di sini, atau kebanyak nonton film2 kali jadi mengharapkan sesuatu yang lebih di wilayah hukum indonesia ini.
NB. dah lama saya enggak nulis di blog ya heueheu.. lagian siapa yang mau baca… rating blog urang di bawah nol kali ya hahaha
Untuk kedua kalinya saya mendengar keluhan sopir yang bertajuk sama. Sopir-sopir itu mengeluhkan penurunan jumlah penumpang akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan oleh semakin mudahnya orang mendapatkan motor (kebanyakan dengan cara kredit). Dengan begitu, orang-orang yang dulunya menggunakan jasa angkot, kini mengendarai sepeda motornya sendiri. Terlebih lagi, SIM juga dapat dengan mudah diperolen (dengan jasa ‘nembak’).
Menurut saya pribadi, masalah ini mengerucut pada semakin susahnya keadaan ekonomi. Jika mengambil sudut pandang pengendara motor yang dulunya menggunakan angkot, berpikir bahwa menggunakan motor dapat lebih hemat dan memiliki waktu yang efektif. Tak jarang, angkot-angkot sering mengetem untuk mengejar setoran. Setoran ini dikejar-kejar karena memang harga-harga semakin naik (BBM,onderdil,dsb.), sehingga para pemilik angkot pun menaikkan setorannya.
Saya pribadi masih setia menggunakan jasa angkot dan berharap pada pemerintahan berikutnya, keadaan ekonomi bangsa ini bisa pulih. Aammiiinn…
Pengolahan Data GPR dengan Reflexw
Bingung kabina-bina urang…..
Beberapa minggu lalu (16 dan 17 Maret 2009) saya diminta dosen saya untuk membantu kerja bakti mendeteksi ruang bawah tanah Gedung Merdeka dengan GPR. Alat yang kami punya buatan Mala Geoscience dan pengolahan datanya menggunakan Reflex2dquick dan Reflexw dari Sandmeier. Pengambilan data dilakukan seharian di dalam gedung Merdeka dan pengukuran di trotoar Asia Afrika pada keesokan harinya. Pengambilan data yang pertama adalah untuk membuktikan keberadaan ruang bawah tanah di bawah podium yang sudah diurug dan ruang bawah tanah yang masih bisa diakses hingga saat ini. Pengambilan kedua adalah untuk membuktikan rumor bahwa terdapat terowongan bawah tanah yang menghubungkan gedung merdeka dengan toko deFritz seberang gedung dan gedung yang sekarang menjadi markas FBB (Front Bela Bangsa) kalao tidak salah.
Sebagaimana prosedur standar pengukuran GPR, kami menandai posisi-posisi yang akan berguna dalam pengolahan dan interpretasi data GPR. Penandaan pun kami lakukan sesuai dengan tempat dan meterannya. Saat pengolahan data, dengan otomatis comment marker itu pun muncul dengan tanda bujursangkar berwarna putih di tepi top axis (bisa dilihat di blog dosen saya ini).
Padahal, sebelumnya comment marker ini tidak saya temui pada data-data GPR yang telah kami ambil sebelumnya di tempat lain, bahkan ketika kami mencobanya lagi mengukur GPR pada jembatan yang terdapat di samping gedung kantor kami di Kotabaru Parahyangan.
Padahal saat pengambilan data dengan Ground Vision, marker tersebut dapat muncul otomatis, ketika menekan tombol 1 - 9. Hal ini dilakukan pada saat pengambilan data di Gedung Merdeka (16 dan 17 Maret 2009) dan juga saat mengukur jembatan. Tak habis rasa penasaran kami, tadi siang kami mencoba mengukur di lapangan depan kantor kami. Lagi-lagi tidak dapat muncul….. Bahkan hingga saat ini, kami masih mencobanya di dalam kantor untuk mencoba lagi mengambil data (dengan posisi antena diam), dengan parameter yang sama persis dengan saat pengambilan data di Gedung Merdeka. Tetep weeehh teu muncul….
Kunaon nya???? Ma ‘enya cuma data gedung Merdeka doang yang bisa??? Mistis sekaliii????? hahhahhaha……
Tadi sore saya coba email ke orang yang bikin softwarenya, mudah-mudahan ada penjelasan masuk akal dari dia ya…..
Hari ini kuawali dengan melihat pesan singkat di hape yang "Fer, Happy BDay yaa XDDD ~~~". Waahhh ada juga yang kirim ucapan selamat lewat SMS selain dari facebook. Bagaimana tidak lupa, yang mengirim pesan itu juga memilki tanggal lahir yang sama denganku, hanya saja beda beberapa tahun.
Beberapa minggu yang lalu, ada sedikit ‘keramaian’ di kantor. Beberapa butir telur melandas dengan sempurna pada kepala rekan kerjaku disusul dengan taburan terigu. "Waaaa… selamat ulang tahunn…". Saat itu aku sudah merasa was-was hari ini akan bernasib sama dengan rekan kerjaku itu. Heuheu…. Memang sih sebetulnya ada perasaan senang, karena diperhatikan oleh teman-teman… Tapi yaa, saya pribadi kurang setuju, lebih baik itu telor dan terigu dibikin kue dan dimakan rame-rame.
Pagi ini, aku sengaja berangkat agak siang dari biasanya, karena sedang ingin menyendiri. Last night, we had a little fought. (i’m sorry, this story can not be published yet). Saya menunggu bus mulai dari pukul 08.00, 45 menit kemudian, bus yang ditunggu muncul. Leuwi Panjang - Kotabaru via alun-alun. Dengan ditemani lagu-lagu khas dari 107.1 Fm, pikiranku melayang jauh ke masa lalu dan masa datang.
Siang ini, saya berencana mengadakan ‘perjalanan dinas’ ke daerah Sangkuriang untuk membicarakan suatu rencana pekerjaan. Pukul 10 saya dan teman saya berangkat dan sekalian office manager kami mau belanja bulanan ke bandung. Jadi yaa berempat lah kami melaju ke Bandung.
Saya berharap saya akan menghabiskan waktu seharian di luar, agak tidak terjadi kejadian yang ‘tidak-tidak’ di kantor hehehe… Saat berdiskusi, ada hapeku berbunyi lagi tanda pesan singkat masuk. "…Selamat Milad…", dari kang wanto, teman seperjuangan dulu. Hmmm, sekarang beliau bekerja di STV. Diskusi berlanjut sembari mengkopi file-file untuk melengkapi database kami di kantor. My wishes come true, saya selesai berdiskusi sekitar pukul 14.00 dan OM kami masih ada keperluan yang perlu dibeli di PVJ, hehe.. kebetulan belum makan siang, akhirnya mobil didaratkan di kafe Tiga Cemara persis di samping Stasiun Geofisika Bandung Kelas Satu Jalan cemara.
Ayam bakar ingkang, 2 ikan gurame, 4 piring kangkung, dan lalaban kami pesan. Alhamdulillaah ditutup dengan secangkir bandrek hangat dengan kelapanya. Kenyang banget…. Itung-itung aja merayakan ultahku meskipun biaya ditanggung kantor hehehehe…. dengan alasan perjalanan dinas hueheuheuhe….
Sama halnya beberapa tahun lalu, pada tanggal ulang tahunku, temanku mentraktir di Tomodachi Resto, atas keberhasilannya mengerjakan suatu projek. Yaa… itung-itung merayakan juga hehehe… (menumpang dirayakan).
Dengan perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke PVJ. Terus terang, ini kali kedua saya ke mall baru tersebut. Lumayan asyik juga suasananya, apalagi di lantai satu-nya (sorry UG lebih tepatnya, karena L1 itu tempat parkir hehehehe…). Anehnya, ada tombol L2 di lift yang saya naiki… apakah masih akan dibangun lagi di atas tempat parkir ?????
Saya tertidur di mobil hingga sampai di kantor di KBP. Setelah unpacking barang belanjaan, kami pun diantar kembali ke Bandung karena Bus yang terakhir sudah melaju ke Bandung. Heuheu….. Saya mampir di IP untuk beli selusin donat untuk oleh-oleh orang rumah, sekaligus ucapan terima kasih juga buat ibuku yang sudah menyiapkan Nasi Uduk sebagaimana biasanya jika ada anggota keluarga kami yang berulang tahun… Bukan merayakan, tapi sekedar mensyukuri masih diberikan kenikmatan di jaman yang semakin susah ini.
Kepala cukup penat, yaah sudah penyakitku ini, kalo telat makan, pasti aku pusing-pusing…. tambah-tambah kena AC di mobil. Terlebih lagi my closest person didn’t say any words until i wrote this. Gee… bete banget deh. Untuk melepaskan ketegangan otot-otot leher, aku mengguyur diri dengan air panas…. dan hmmm segaarrr…. setelah itu, kami menyantap nasi uduk buatan ibuku yang lezat sebagaimana biasanya… dan ditutup dengan desert donat rasa mint….
Saya berencana menunggu pesan singkat hingga tengah malam tadi, dan kebetulan CP-ku ini berultah selang satu hari denganku, yaitu besok. So? If she didn’t say anywords to me, Should I doing the same ? Although I have bought some souvenier as present to her…
ooohh… here comes….. but after I read it I feel pathetic….